Skip to main content

Diary Jamaah Tarawih di Masjid Baiturrahman Unimed


Halo, Sobat Blogger! Kali ini aku mau berbagi pengalaman seru dan penuh berkah saat mengikuti jamaah tarawih di Masjid Baiturrahman Unimed. Momen Ramadhan memang selalu spesial, apalagi kalau bisa menikmati ibadah bareng jamaah yang khusyuk. Yuk, simak ceritaku! 🌙✨


1. Berbuka Puasa Bersama

Menjelang adzan Maghrib, masjid mulai dipenuhi oleh jamaah yang siap berbuka puasa. Suasana hangat terasa saat kami duduk bersama, menikmati hidangan berbuka seperti kurma, air mineral, dan takjil lainnya. Setelah itu, kami langsung melaksanakan shalat Maghrib berjamaah dengan penuh kekhusyukan.


2. Shalat Maghrib & Isya Berjamaah

Setelah berbuka, sebagian jamaah tetap tinggal di masjid untuk membaca Al-Quran atau berdzikir sambil menunggu waktu Isya. Saat adzan Isya berkumandang, semua jamaah kembali merapat dan melaksanakan shalat Isya berjamaah. Ketenangan dan kebersamaan terasa begitu mendalam di setiap rakaat yang kami jalani. 🕌


3. Ceramah Singkat: "La'allakum Tattaqun"

Sebelum tarawih dimulai, ada sesi ceramah singkat yang disampaikan oleh ustaz. Tema malam itu adalah “La’allakum Tattaqun” yang diambil dari Al-Quran. Ustaz menjelaskan bahwa tujuan utama puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga membentuk ketakwaan dalam diri kita. Ceramah yang singkat namun sarat makna ini jadi pengingat penting buat kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. 🙏


4. Shalat Tarawih & Witir Berjamaah

Setelah ceramah, shalat tarawih dimulai. Imam dengan suara merdu memimpin shalat dengan bacaan yang menyejukkan hati. Tarawih di sini dilaksanakan sebanyak 8 rakaat, ditambah witir 3 rakaat. Seusai shalat, bilal memandu dzikir bersama, yang kemudian diakhiri dengan doa penutup yang khusyuk.


Kesimpulan

Malam itu benar-benar menjadi momen penuh keberkahan. Dari berbuka puasa, shalat berjamaah, mendengarkan ceramah, hingga tarawih bersama, semuanya memberikan pengalaman spiritual yang luar biasa. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus istiqamah dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.

Kalau kalian punya pengalaman menarik saat tarawih, share di kolom komentar ya! 😉✨

Comments

Popular posts from this blog

Ilmu Qira’at: Sab’ah & ‘Asyarah dalam Bacaan Al-Qur’an

🧐 Apa Itu Qira’at? Qira’at adalah berbagai cara membaca Al-Qur’an yang memiliki sanad mutawatir dari Rasulullah ﷺ. Bacaan ini diwariskan dari generasi ke generasi melalui para imam qira’at dan rawi (perawi) mereka . Ada dua kategori utama dalam qira’at: Qira’at Sab’ah (Tujuh Bacaan Utama) – Dikenal melalui tujuh imam qira’at. Qira’at ‘Asyarah (Sepuluh Bacaan Utama) – Tujuh imam qira’at ditambah tiga lainnya. Ilmu ini penting karena menjelaskan kenapa ada perbedaan bacaan dalam mushaf, tetapi tetap semuanya berasal dari wahyu yang sama. 🕌 Asal Usul Qira’at dalam Sejarah Islam Awalnya, Rasulullah ﷺ menerima wahyu dengan tujuh huruf (ahruf sab’ah) , yang berarti ada beberapa cara membaca ayat-ayat tertentu sesuai dialek suku-suku Arab. Setelah kodifikasi Mushaf Utsmani pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, perbedaan dialek tetap dilestarikan melalui qira’at . Para ulama qira’at meneliti dan mengklasifikasikan bacaan-bacaan ini, hingga akhirnya muncul tujuh imam qira’at ...
Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Panduan lengkap: persiapan, alur ujian, rubrik penilaian, contoh jadwal, administrasi, dan rekomendasi penempatan kelas tahfizh. Ruang Tes Tahsin & Tahfizh Penguji: Ustadz/Ustadzah Kompeten • Sesi Individual Calon Siswa Setoran Hafalan & Bacaan Surah/ayat acak dari daftar Teknis: setoran individual, rubrik tajwid & hafalan, penempatan kelas berdasarkan level. Ilustrasi: suasana tes tahsin dan tahfizh — penguji mendengarkan setoran secara individual untuk penilaian dan placement. 1. Tujuan & Prinsip Pelaksanaan Tes tahsin & tahfizh be...

Huruf Ṣād dengan Huruf Sīn Kecil di Atasnya dalam Al-Qur’an

  🧐 Apa Itu Huruf Ṣād dengan Sīn Kecil? Dalam beberapa mushaf Al-Qur’an, terutama mushaf yang mengikuti Rasm Utsmani , kita bisa menemukan huruf Ṣād (ص) yang memiliki huruf Sīn kecil (س) di atasnya. Simbol ini menunjukkan adanya perbedaan dalam qira’at (bacaan Al-Qur’an) , di mana beberapa qira’at membacanya dengan Ṣād (ص) sementara qira’at lain membacanya dengan Sīn (س) . 📜 Asal Usul Simbol Ṣād dengan Sīn Kecil Keberadaan simbol ini berkaitan dengan perbedaan qira’at mutawatir yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ. Beberapa bacaan membaca kata tersebut dengan Ṣād , sementara yang lain membaca dengan Sīn , dan beberapa lainnya memperbolehkan kedua bacaan. Simbol ṣād dengan sīn kecil pertama kali diperkenalkan dalam penulisan mushaf untuk menjaga berbagai riwayat qira’at dalam satu teks . Mushaf Utsmani yang dikodifikasikan oleh Khalifah Utsman bin Affan menggunakan gaya penulisan yang memungkinkan perbedaan qira’at tanpa mengubah teksnya. 🌟 Contoh dalam Al-Qur’an Bebera...