Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan apa itu Quarter Life Crisis serta sebab dan dampaknya (Lihat di sini ). Adapun pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan pengalaman pribadi saya tentang masa Quarter Life Crisis yang saya alami. Mungkin, kamu akan terkejut dengan apa yang saya ekspektasikan di umur 23 tahun (umur asli saya sekarang) ini. Saya selalu mengekspektasikan hubungan yang harmonis dengan semua orang. Khususnya kepada yang lebih muda (terlebih adik kandung saya sendiri, Nurul dan Mulky). Dalam profesi saya sebagai guru, saya juga sering menitikberat kesuksesan saya menagajar di sekolah adalah pada bagaimana hubungan saya dengan siswa-siswi saya (di SMP AN-Nizam Medan). Dalam keseharian saya, tinggal di Masjid Baiturrahman UNIMED (sebagai seorang marbot), saya sangat sering berekspektasi tentang harmonisnya hubungan saya dengan rekan marbot saya, termasuk adik-adik tingkat saya disana. Semua lingkungan saya menghasilkan ekspektasi dengan luka yang ...