Skip to main content

Pengalaman Jadi MC Sebelum Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman Unimed


Halo, Sobat Blogger! Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman luar biasa yang aku dapatkan sebagai Master of Ceremony (MC) sebelum shalat Jumat di Masjid Baiturrahman Unimed. Bukan cuma sekadar memandu acara, tapi juga ada rasa bangga dan haru karena ini adalah pengalaman yang penuh makna. Yuk, simak ceritanya! 😊✨


Awal Tugas: Deg-degan Tapi Semangat!

Saat ditunjuk jadi MC sebelum shalat Jumat, aku langsung merasa excited sekaligus gugup. Ini bukan acara biasa, karena banyak orang penting hadir di masjid, termasuk para pimpinan Universitas Negeri Medan (Unimed), baik dari tingkat universitas maupun fakultas. Rasanya kayak dapet spotlight di panggung besar! 😆


Mengumumkan Informasi Penting

Sebagai MC, tugasku adalah menyampaikan beberapa informasi penting, mulai dari pengumuman uang kas masjid, siapa imam dan khatib hari itu, hingga himbauan agar jamaah menjaga ketertiban selama ibadah berlangsung. Dengan suara yang harus tetap stabil dan penuh percaya diri, aku mencoba menjalankan tugas ini sebaik mungkin. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar! 🙌


Momen Berharga yang Tak Terlupakan

Melihat banyaknya jamaah, termasuk para pimpinan universitas, aku makin sadar kalau kesempatan ini adalah sesuatu yang istimewa. Bisa berbicara di depan orang-orang besar dan dihormati benar-benar jadi pengalaman berharga buatku. Aku merasa terhormat bisa berkontribusi dalam acara ibadah yang sakral ini.


Harapan dan Doa

Semoga pengalaman ini jadi amal baik yang membawa keberkahan, baik dari Allah Swt maupun dari orang-orang di sekitarku. Aku juga berharap bisa terus belajar dan berkembang, serta mendapatkan kesempatan serupa di masa depan. Doain ya, Sobat Blogger! 😉🙏


Kesimpulan

Menjadi MC sebelum shalat Jumat bukan sekadar tugas formalitas, tapi juga tanggung jawab besar yang penuh makna. Dari pengalaman ini, aku belajar tentang kepercayaan diri, ketenangan, dan pentingnya komunikasi yang baik. Buat kalian yang pernah punya pengalaman serupa, yuk share cerita kalian di kolom komentar! ✨

Comments

Popular posts from this blog

Ilmu Qira’at: Sab’ah & ‘Asyarah dalam Bacaan Al-Qur’an

🧐 Apa Itu Qira’at? Qira’at adalah berbagai cara membaca Al-Qur’an yang memiliki sanad mutawatir dari Rasulullah ﷺ. Bacaan ini diwariskan dari generasi ke generasi melalui para imam qira’at dan rawi (perawi) mereka . Ada dua kategori utama dalam qira’at: Qira’at Sab’ah (Tujuh Bacaan Utama) – Dikenal melalui tujuh imam qira’at. Qira’at ‘Asyarah (Sepuluh Bacaan Utama) – Tujuh imam qira’at ditambah tiga lainnya. Ilmu ini penting karena menjelaskan kenapa ada perbedaan bacaan dalam mushaf, tetapi tetap semuanya berasal dari wahyu yang sama. 🕌 Asal Usul Qira’at dalam Sejarah Islam Awalnya, Rasulullah ﷺ menerima wahyu dengan tujuh huruf (ahruf sab’ah) , yang berarti ada beberapa cara membaca ayat-ayat tertentu sesuai dialek suku-suku Arab. Setelah kodifikasi Mushaf Utsmani pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, perbedaan dialek tetap dilestarikan melalui qira’at . Para ulama qira’at meneliti dan mengklasifikasikan bacaan-bacaan ini, hingga akhirnya muncul tujuh imam qira’at ...
Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Panduan lengkap: persiapan, alur ujian, rubrik penilaian, contoh jadwal, administrasi, dan rekomendasi penempatan kelas tahfizh. Ruang Tes Tahsin & Tahfizh Penguji: Ustadz/Ustadzah Kompeten • Sesi Individual Calon Siswa Setoran Hafalan & Bacaan Surah/ayat acak dari daftar Teknis: setoran individual, rubrik tajwid & hafalan, penempatan kelas berdasarkan level. Ilustrasi: suasana tes tahsin dan tahfizh — penguji mendengarkan setoran secara individual untuk penilaian dan placement. 1. Tujuan & Prinsip Pelaksanaan Tes tahsin & tahfizh be...

Huruf Ṣād dengan Huruf Sīn Kecil di Atasnya dalam Al-Qur’an

  🧐 Apa Itu Huruf Ṣād dengan Sīn Kecil? Dalam beberapa mushaf Al-Qur’an, terutama mushaf yang mengikuti Rasm Utsmani , kita bisa menemukan huruf Ṣād (ص) yang memiliki huruf Sīn kecil (س) di atasnya. Simbol ini menunjukkan adanya perbedaan dalam qira’at (bacaan Al-Qur’an) , di mana beberapa qira’at membacanya dengan Ṣād (ص) sementara qira’at lain membacanya dengan Sīn (س) . 📜 Asal Usul Simbol Ṣād dengan Sīn Kecil Keberadaan simbol ini berkaitan dengan perbedaan qira’at mutawatir yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ. Beberapa bacaan membaca kata tersebut dengan Ṣād , sementara yang lain membaca dengan Sīn , dan beberapa lainnya memperbolehkan kedua bacaan. Simbol ṣād dengan sīn kecil pertama kali diperkenalkan dalam penulisan mushaf untuk menjaga berbagai riwayat qira’at dalam satu teks . Mushaf Utsmani yang dikodifikasikan oleh Khalifah Utsman bin Affan menggunakan gaya penulisan yang memungkinkan perbedaan qira’at tanpa mengubah teksnya. 🌟 Contoh dalam Al-Qur’an Bebera...