Skip to main content

Meriahnya Pawai Siswa Perguruan An-Nizam Medan!

Halo, Sobat Blogger! Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman seru dan syahdu saat mengikuti pawai siswa Perguruan An-Nizam Medan. Dari yang paling kecil di TK sampai yang paling gede di SMA, semuanya ikut serta! Kebayang dong gimana ramenya? Yuk, simak ceritanya! 😊✨


Pawai Dimulai dari Sekolah

Pagi itu, udara sejuk dan semangat kita membara! Semua siswa dari TK, SD, SMP, dan SMA Perguruan An-Nizam Medan berkumpul di halaman sekolah. Dengan mengenakan seragam yang rapi dan membawa atribut khas masing-masing, kita siap buat jalan bareng mengelilingi area sekitar sekolah.


Rute Pawai: Mengelilingi Jalan Tuba II, Jalan Perjuangan, dan Jalan Bromo

Tepat pukul 08.00, pawai pun dimulai! Kita berjalan beriringan melewati Jalan Tuba II, lanjut ke Jalan Perjuangan, dan akhirnya ke Jalan Bromo sebelum kembali ke sekolah. Selama perjalanan, suasana terasa syahdu karena kita diiringi ceramah dan lantunan sholawat yang bikin hati adem.

Beberapa warga sekitar juga ikut menyaksikan dan memberikan senyuman, bahkan ada yang merekam momen ini. Nggak sedikit yang ikut bershalawat bersama. Rasanya, kita benar-benar menyebarkan aura positif di sepanjang perjalanan. 😇✨


Kebersamaan yang Bikin Bangga

Pawai ini bukan sekadar jalan kaki bareng, tapi juga jadi ajang kebersamaan antar siswa dari berbagai jenjang. Yang kecil-kecil di TK dan SD ditemani oleh kakak-kakak SMP dan SMA, biar tetap semangat dan nggak kecapekan. Guru-guru juga ikut serta, memastikan semuanya berjalan dengan tertib dan lancar.

Sesampainya kembali di sekolah, kita semua merasa bangga dan bahagia. Meski kaki agak pegal, tapi hati penuh dengan ketenangan dan kebersamaan yang nggak tergantikan.


Kesimpulan

Pawai ini bukan cuma ajang jalan-jalan, tapi juga bentuk syiar Islam yang penuh makna. Dengan ceramah dan sholawat yang terus menggema sepanjang perjalanan, kegiatan ini jadi momen yang sangat berkesan. Semoga di lain waktu, acara seperti ini bisa terus diadakan dan makin meriah lagi!

Gimana menurut kalian? Pernah ikut pawai yang seru juga? Share pengalaman kalian di kolom komentar, ya! 😉✨

Comments

Popular posts from this blog

Ilmu Qira’at: Sab’ah & ‘Asyarah dalam Bacaan Al-Qur’an

🧐 Apa Itu Qira’at? Qira’at adalah berbagai cara membaca Al-Qur’an yang memiliki sanad mutawatir dari Rasulullah ﷺ. Bacaan ini diwariskan dari generasi ke generasi melalui para imam qira’at dan rawi (perawi) mereka . Ada dua kategori utama dalam qira’at: Qira’at Sab’ah (Tujuh Bacaan Utama) – Dikenal melalui tujuh imam qira’at. Qira’at ‘Asyarah (Sepuluh Bacaan Utama) – Tujuh imam qira’at ditambah tiga lainnya. Ilmu ini penting karena menjelaskan kenapa ada perbedaan bacaan dalam mushaf, tetapi tetap semuanya berasal dari wahyu yang sama. 🕌 Asal Usul Qira’at dalam Sejarah Islam Awalnya, Rasulullah ﷺ menerima wahyu dengan tujuh huruf (ahruf sab’ah) , yang berarti ada beberapa cara membaca ayat-ayat tertentu sesuai dialek suku-suku Arab. Setelah kodifikasi Mushaf Utsmani pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, perbedaan dialek tetap dilestarikan melalui qira’at . Para ulama qira’at meneliti dan mengklasifikasikan bacaan-bacaan ini, hingga akhirnya muncul tujuh imam qira’at ...
Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Teknis Pelaksanaan Tes Tahsin & Tahfizh untuk Calon Siswa/i SMP Panduan lengkap: persiapan, alur ujian, rubrik penilaian, contoh jadwal, administrasi, dan rekomendasi penempatan kelas tahfizh. Ruang Tes Tahsin & Tahfizh Penguji: Ustadz/Ustadzah Kompeten • Sesi Individual Calon Siswa Setoran Hafalan & Bacaan Surah/ayat acak dari daftar Teknis: setoran individual, rubrik tajwid & hafalan, penempatan kelas berdasarkan level. Ilustrasi: suasana tes tahsin dan tahfizh — penguji mendengarkan setoran secara individual untuk penilaian dan placement. 1. Tujuan & Prinsip Pelaksanaan Tes tahsin & tahfizh be...

Huruf Ṣād dengan Huruf Sīn Kecil di Atasnya dalam Al-Qur’an

  🧐 Apa Itu Huruf Ṣād dengan Sīn Kecil? Dalam beberapa mushaf Al-Qur’an, terutama mushaf yang mengikuti Rasm Utsmani , kita bisa menemukan huruf Ṣād (ص) yang memiliki huruf Sīn kecil (س) di atasnya. Simbol ini menunjukkan adanya perbedaan dalam qira’at (bacaan Al-Qur’an) , di mana beberapa qira’at membacanya dengan Ṣād (ص) sementara qira’at lain membacanya dengan Sīn (س) . 📜 Asal Usul Simbol Ṣād dengan Sīn Kecil Keberadaan simbol ini berkaitan dengan perbedaan qira’at mutawatir yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ. Beberapa bacaan membaca kata tersebut dengan Ṣād , sementara yang lain membaca dengan Sīn , dan beberapa lainnya memperbolehkan kedua bacaan. Simbol ṣād dengan sīn kecil pertama kali diperkenalkan dalam penulisan mushaf untuk menjaga berbagai riwayat qira’at dalam satu teks . Mushaf Utsmani yang dikodifikasikan oleh Khalifah Utsman bin Affan menggunakan gaya penulisan yang memungkinkan perbedaan qira’at tanpa mengubah teksnya. 🌟 Contoh dalam Al-Qur’an Bebera...